Notice: Undefined index: host in /home/jojr5479/public_html/wp-content/plugins/wonderm00ns-simple-facebook-open-graph-tags/public/class-webdados-fb-open-graph-public.php on line 1020

GMS Puri bersama Pendeta Samuel Muji: Kasih yang Memulihkan

Minggu, 7 Juni 2026, 13.00 WIB hadir di Ibadah ketiga GMS Puri. Dari Bali, Pendeta Samuel Muji menekankan betapa Tuhan mau bertemu dengan ’orang-orang gagal’.

Yohanes 21 mengisahkan perjumpaan ketiga Tuhan Yesus dengan murid-muridNya setelah kebangkitan. Saat itu, Yesus menjumpai Petrus, Yohanes, Yakobus, Tomas, dan murid-murid lain yang kembali menjadi nelayan.

Continue reading “GMS Puri bersama Pendeta Samuel Muji: Kasih yang Memulihkan”

Pewarna Gelar Doa Indonesia Menyembah di Monas: Tetap Percaya, Tetap Benar, Tetap Jadi Terang di Masa Sukar

Sekitar seratus pendoa berkumpul di Kolam Selatan Monumen Nasional, Minggu sore, 7 Juni 2026. Pujian, penyembahan, lengkingan sofar, dan pesan hamba Tuhan melengkapi doa pemulihan untuk Indonesia.

Tiga pesan penting Firman Tuhan tersampaikan pada event doa yang digelar Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) itu. Pertama, tetap percaya ketika sumber ekonomi melemah. Pendeta Antonius Natan mendasarkan dari Habakuk 3:17-19 dan Matius 6:25-34.

Continue reading “Pewarna Gelar Doa Indonesia Menyembah di Monas: Tetap Percaya, Tetap Benar, Tetap Jadi Terang di Masa Sukar”

Kelas Strategi Komunikasi Korporasi Unika Atmajaya: Bahas Kritik Dino Patti Djalal dan Respon Seskab Teddy Indra Wijaya

Dari ‘berbalas pantun’, eh berbalas reels Instagram antara Wakil Menteri Luar Negeri 2014 Dinno Patti Djalal dan Seskab Teddy Imdra Wijaya terkait sorotan pada intensitas kunjungan kerja ke luar negeri Presiden Prabowo Subianto, menarik dipelajari dari perspektif komunikasi strategis.

Mengapa? Karena yang dipertaruhkan bukan sekadar benar atau salah, melainkan bagaimana publik menilai kualitas respons pemerintah terhadap kritik.

Continue reading “Kelas Strategi Komunikasi Korporasi Unika Atmajaya: Bahas Kritik Dino Patti Djalal dan Respon Seskab Teddy Indra Wijaya”

Kelas Strategi Komunikasi Korporasi Unika Atmajaya: Bahas Lagu Viral MBG ’Mas Bahlil Ganteng‘

Tren lagu viral di medsos MBG (Mas Bahlil Ganteng), My Little Bolu Ketan, hingga munculnya istilah seperti BCA, (Bahlil Cahaya Asia) BRI (Bahlil Rajanya Indonesia), BSI (Bahlil Starboy Indonesia) BPJS (Bahlil Pengendali Jagat Semesta) dan lain-lain merupakan contoh menarik dari budaya internet Indonesia yang memadukan humor absurd, algoritma media sosial, dan kreativitas kolektif netizen.

Terlepas siapa sebenarnya yang menginisiasi awal gerakan ini, dan terlalu jauh mengaitkannya dengan urusan elektoral pada 2029, case ini menarik dibahas dalam kajian komunikasi strategis. Kami mengangkatnya di kelas Strategi Komunikasi Korporasi Unika Atmajaya.

Continue reading “Kelas Strategi Komunikasi Korporasi Unika Atmajaya: Bahas Lagu Viral MBG ’Mas Bahlil Ganteng‘”

Benteng Moraya, Sulawesi Utara nan Sarat Sejarah

Berkunjung ke salah satu lokasi penuh sejarah di Minahasa. Inilah Benteng Moraya.

Dalam kesempatan ke Sulawesi Utara bulan lalu, sempat pula mampir ke Benteng Moraya, salah satu situs sejarah paling penting di Minahasa. Terletak di tepi Danau Tondano, kawasan ini menjadi simbol perjuangan rakyat Minahasa dalam menghadapi kolonialisme Belanda pada awal abad ke-19.

Continue reading “Benteng Moraya, Sulawesi Utara nan Sarat Sejarah”

Hadiri Pelantikan DPP PIKI 2026-2031, Ketua Umum Senior GMKI: PIKI Harus Jadi Pengarah Moral Perjalanan Bangsa

Ada tiga poin penting disampaikan Ketua Umum Pengurus Nasional Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PNPS GMKI) Willuam Sabandar pada pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) masa bakti 2026-2031.

Pertama, GMKI dan PIKI lahir dari satu rahim perjuangan sejarah yang sama, Indonesia dan Gereja. GMKI lahir pada 9 Februari 1950 dan PIKI lahir pada 19 Desember 1963 dibidani oleh Johanes Leimena.

Continue reading “Hadiri Pelantikan DPP PIKI 2026-2031, Ketua Umum Senior GMKI: PIKI Harus Jadi Pengarah Moral Perjalanan Bangsa”